Book's Detail
Gaya filsafat nietzsche

Nietzsche seorang seniman yang tidak pernah berhenti mencari. Apa yang sudah diperolehnya, direfleksikannya, dan diungkapkannya lagi dan lagi, sampai mencuat nuansa- nuansa baru, yang tak terduga. Ketakterdugaan itu lahir bukan sebagai sesuatu yang tadinya terpendam dan kemudian muncul, melainkan sebagai sesuatu yang baru yang benar-benar bisa muncul hanya karena suatu pencarian kreatif seorang seniman, yang tak pernah mau menyerah pada forma apa pun yang telah ada atau yang telah diraihnya.

Dengan gaya filsafatnya yang khas, Nietzsche bisa mendobrak segala kemapanan, kepuasan diri, dan forma apa pun. Dengan menelaah gaya filsafatnya, penulis buku ini akhirnya menunjukkan bahwa Nietzsche tidak bisa dipojokkan pada sudut mana pun. Nietzsche telah membunuh Tuhan. Tapi kita harus hati-hati untuk menggelarinya sebagai "pembunuh Tuhan". Seluruh keresahan filsafatnya justru bisa membantu kita untuk memurnikan Tuhan dari kekerdilan anggapan kita tentang- Nya, dan dengan demikian menakhtakan-Nya di atas kekerdilan kita.

Nietzsche melakukan suatu refleksi filsafat yang ateis. Namun kita mesti berhati-hati untuk menyudutkannya sebagai seorang ateis. Dengan filsafatnya, ia justru memperolok mereka yang merasa telah mencapai pencerahan dengan jalan ateisme mereka. Ateisme Nietzsche malah bisa menuntun kita untuk melihat apa yang seharusnya paling mistik dalam relasi kita dengan Tuhan. Dalam hal ini, Nietzsche yang a-religius itu sesungguhnya adalah orang yang sangat religius.

Statement of Responsibility
Author(s) Wibowo, A. Setyo - Personal Name
Edition
Call Number 100 Wib g
ISBN/ISSN 9793627123
Subject(s) Filsafat
Classification 100
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Galang Press
Publishing Year 2004
Publishing Place Yogyakarta
Collation
Specific Detail Info
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...