<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20560">
<titleInfo>
<title>Memoar seorang filosof</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Magee, Bryan.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Bandung</placeTerm></place>
<publisher>Mizan Media Utama</publisher>
<dateIssued>1997</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">en</languageTerm>
<languageTerm type="text">English</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Bryan Magee.
Filsafat sejati tidak berada dalam berjilid-jilid buku tebal di perpustakaan, ataupun di tengah-tengah ingar-bingar perdebatan filsafat di kampus kampus ternama. Filsafat sejati lahir dan tumbuh dalam pikiran seorang manusia yang mempertanyakan hakikat jati dirinya dan dunia tempatnya berada.

Paling tidak, itulah yang dirasakan Bryan Magee. Semenjak kanak-kanak, di dalam dirinya bergejolak berbagai pertanyaan mengenal hakikat dunia: pertanyaan- pertanyaan yang tidak dirasakan oleh orang-orang lain di sekitarnya. Belakangan, la tahu bahwa pertanyaan-pertanyaan itu bersifat filosofis. Semenjak itu, sepanjang hidupnya ia tak henti-hentinya memburu jawaban dengan menelusuri pemikiran para filosof besar di Barat.

Buku ini adalah memoar filosofis Magee yang merekam pengalamannya yang penuh dinamika di dunia filsafat: pergulatan di tengah-tengah pengaruh filsafat mazhab Oxford yang mendominasi pemikiran filsafat di Inggris di masanya; penyebarluasan ide-ide filsafat melalui siaran radio dan televisi yang dirancangnya; kisah-kisah di balik penyusunan buku-buku filsafatnya; juga krisis makna hidup yang sempat mencengkeram dirinya dan cara dia mengatasinya. Buku ini sekaligus menjadi semacam pengantar filsafat dengan gaya yang unik, yang lebih personal dan akrab bila dibandingkan dengan buku-buku pengantar filsafat yang karena bertendensi objektif, sering kali menjadi kering dan kaku.

Dalam buku ini, filsafat bukanlah olah-pikir canggih yang terpisah dari kehidupan. Bagi Magee, filsafat adalah metode untuk memaknal kehidupan. Memoarnya ini memaparkan pencarian filosofis dengan gaya bertutur bak novel dan mengajak para pembacanya untuk ikut merasakan dan mempelajari gairah yang membuat seseorang berangkat berpetualang di dunia filsafat. Bisa jadi, buku ini pun akan membuat Anda terbujuk untuk terjun dalam petualangan filosofis Anda sendiri.</note>
<classification>100</classification><identifier type="isbn">9794333549</identifier><location>
<physicalLocation>Transformatio Library Bandung Theological Seminary</physicalLocation>
<shelfLocator>100 Mag m</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">I06000119</numerationAndChronology>
<sublocation>Non Fiction</sublocation>
<shelfLocator>100 Mag m</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>20560</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-03-11 16:15:15</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-16 17:12:15</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>